Jumat, 01 Februari 2019

Ujian Akhir Semester (UAS)


UJIAN AKHIR SEMESTER
PROGRAM PASCA SARJANA STIK BINA HUSADA PALEMBANG

Nama                   : Dwi Septiara SST.,.M.Kes
NPM                     : 18.13101.10.01
Dosen Akademik : Prof.Dr.Ir.Supli Effendi Rahim.M.Sc
Mata Kuliah        : Ilmu Sosial Dan Prilaku

1.  Jelaskan aspek-aspek sosial dan perilaku dalan kesehatan masyarakat yang sering anda alami dan saksikan ?
Aspek-aspek social dan perilaku dalam masyarakat sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat itu sendiri, Menurut saya aspek yang sering dialami aspek sosial budaya adalah teradisi-tradisi yang ada didalam suatu kelompok atau masyarakat contohnya adalah ketika hamil seorang ibu selalu membawa gunting sebagai perlindungan contoh lain adalah ketika bayi baru lahir maka dimandikan dengan bunga tuju rupa belum lagi luka talipusat bayi diberikan ramuan-ramuan seperti kopi ini merupakan aspek social budaya yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena dengan pengetahuan yang kurang tersebut dapat mempengaruhi kesehatan.
Kemudian Aspek sosial Ekonomi, keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pola penyakit. Misalnya penderita obesitas lebih banyak ditemukan pada golongan masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi, dan sebaliknya malnutrisi lebih banyak ditemukan dikalangan masyarakat yang status ekonominya rendah. Dan biasanya ketika kedaaan ekonomi rendah maka perilaku untuk hidup bersih itu sangat sulit sehingga sangat mempengaruhi derajat kesehatannya

2. Jelaskan seperti apa upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui motivasi sosial, perilaku, teknologi dan pendekatan budaya ?
Upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui motivasi sosial, perilaku, teknologi dan pendekatan budaya bisa dilakukan dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses penyuluhan kita sebagai tenaga kesehatan menjembatani merekan untuk mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera.
            Dengan berkembangya tehnologi dan perubaan budaya modern ini kita dapat memberikan promosi atau pendidikan kesehatan keada masyarakat melalui media – media social, strategi pembangunan kesehatan di Indonesia, mengacu pada ruang lingkup dan kualitas sehat yang didambakan. Acuannya adalah pengertian sehat yang telah ditetapkan pemerintah seperti dinyatakan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan bahwa keadaan sehat meliputi fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Berdasarkan keputusan WHO pada tahun 1994, strategi promosi kesehatan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1.         Advokasi
Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar orang lain tersebut membantu atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai sektor, dan di berbagai tingkat, sehingga para penjabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Dukungan dari para pejabat pembuat keputusan tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan, surat instruksi dan sebagainya. (Notoatmodjo. 2012)
Kegiatan advokasi ini bermacam-macam bentuk, baik secara formal maupun informal. Secara formal misalnya, penyajian ataupresentasi dan seminar tentang issu atau usulan program yang ingin dimintakan dukungan dari para pejabat yang terkait. Kegiatan advokasi secara informal misalnya sowan kepada para pejabat yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk secara informal meminta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, atau mungkin dalam bentuk dana atau fasilitas lain. Dari uraian dapat di advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupun legislatif, di berbagai tingkat dan sektor yang terkait dengan masalah kesehatan (sasaran tertier). . (Notoatmodjo. 2005)
2.         Dukungan Sosial (Social support)
Strategi dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal.
Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksana program kesehatan dengan masyarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui toma pada dasarnya adalah mensosialisasikan program-program kesehatan, agar masyarakat mau menerima dan mau berpartisipasi dalam program kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya bina suasana, atau membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain: pelatihan pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kepada toma dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat (sasaran sekunder). (Kholid, 2012)
3.            Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan pada masyarakat langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan).
Bentuk kegiatan pemberdayaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, antaralain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya: koperasi, pelatihan-pelatihan untuk kemampuan peningkatan pendapatan keluarga (income generating skill). Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga akan berdampak terhadap kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan mereka, misalnya terbentuknya dana sehat, terbentuknya pos obat desa, berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan- kegiatan semacam ini di masyrakat sering disebut “gerakan masyarakat” untuk kesehatan. Dari uraian tersebut sasaran pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat. (Kholid,  2012)

3.         Jelaskan langkah-langkah perencanaan program untuk perubahan perilaku kesahatan di masyarakat?
Jawab
Langkah-langkah dalam perencanaan program untuk perubahan perilaku kesehatan
1.      Menentukan kebutuhan masalah
a.          Diagnosa masalah
b.         Menetapkan prioritas masalah
2.       Mengembangkan komponen pendidikan  kesehatan
a.       Menentukan tujuan perencanaan
b.      Menentukan sasaran kegiatan
c.       Menentukan isi kegiatan
d.      Menentukan metode yang akan digunakan
e.       Menentukan media yang akan digunakan
f.       Menentukan rencana evaluasi
g.      Menyusun jadwal pelaksanaan

a.       Diagnosa masalah
            Diagnosa sosial adalah proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualita hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang didesain sebelumnya.
b.      Menetapkan prioritas masalah
Langkah yang harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah:
·      Menentukan status kesehatan masyarakat
·      Menentukan pola pelayanan kesehatan masyarakat yang ada
a.       Menentukan hubungan antara status  kesehatan dengan pelayanan kesehatan di        masyarakat.
·      Menentukan determinan maslah kesehatan masyarakat meliputi tingkat
pendidikan, umur, jenis kelamin, ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.
Dalam menentukan prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti:
·      Berat masalah dan akibat yang ditimbulkannya
·      Pertimbangan politis
·      Sumber daya yang ada di masyarakat.

a.    Menentukan Tujuan
Agar tujuan peningkatan  kesehatan dapat dicapai dan dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan, maka tujuan harus dibuat dengan persyaratan sebagai berikut:
·      Specific
·      Measurable
·      Appropriate
·      Reasonable
·      Time bound

Menurut Green (1990) tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
·      Tujuan program (Program Objective)
Merupakan pernyataan apa yang akan dicapai dalam periode tertentu dengan status
kesehatan. Pada tujuan ini harus mencakup who will do how much of what by when.
Tujuan program sering disebut dengan tujuan jangka panjang.
·      Tujuan pendidikan (Educaional Objective)
Merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehata
yang ada. Olehh sebab itu tujuan pendidikan sering disebut dengan tujuan jangka menengah.
·      Tujuan perilaku (Behavioral objective)
Merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus dicapai agar tecapai pperilaku yang diinginkan. Oleh sebab itu tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap dan disebut dengan tujuan jangka pendek.
b.   Menentukan sasaran program
Sasaran program peningkatan kesehatan dan sasaran pendidikan kesehatn tidak selalu sama, oleh sebab itu kita harus menetapkan sasaran langsung dan sasaran tidak langsung. Didalam promosi kesehatan yang dimaksud adalah kelompok sasaran yaitu individu, kelompok maupun keduanya.
c.    Menentukan isi program peningkatan  kesehatan
Isi  program peningkatan kesehatan harus dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh sasaran. Bila perlu isi pesan dibuat dengan menggunakan gambar dan bahasa setempat sehingga sasaran merasa bahwa pesan tersebut memang benar-benar ditujuakn untuknya sebagai akibatnya sasaran mau melaksanakan isi pesan tersebut.
d.   Menentukan metode yang akan digunakan
Menentukan metode dalam kegiatan peningkatan  kesehatan harus dipertimbangkan tentang aspek yan akan dicapia. Bila  mencakup aspek pengetahuan maka dapat dilkukan dengan cara penyuluhan langsung, pemasagan poster, spanduk, penyebaran leflet. Untuk aspek sikap maka kit aperlu memberikan contoh konkret yang dapat menggugah emosi, perasaan dan  sikap sasaran. Bila untuk kemampuan ketrampilan  tertentu maka sasaran harus diberi kesempatan untuk mencoba ketrampilan tersebut.

e.    Menentukan media yang akan digunakan
Teori pendidikan mengatakan bahwa belajar yang paling mudah adalah dengan mnggunakan media, oleh karena itu hampir semua program pendidikan kesehatan selalu menggunakan berbagai media.Media yang dipilih harus tergantung pada sasarannya, tingkat pendidikannya, aspek yang ingin dicapai, metode  yang digunkan dan sumber data yang ada.
f. Menentukan rencana evaluasi
Disini baru dijabarkan tentang kapan evaluasi  akan dilaksanakan, dimana akan dilaksanakan, kelompok sasaran yang mana  akan dievaluasi dan siapa yang akan melaksanakan evaluasi tersebut.
g.Menyusun jadwal pelaksanaan
Merupaka penjabaran dari waktu tempat dan pelaksanaan yang biasanya dsajikan dalam bentuk gan chart.
4.4.Jelaskan apa itu literasi kesehatan dan manfaat nya bagi peningkatan kesehatan masyarakat ?
Jawab

Definisi literasi kesehatan merupakan kemampuan seseorang untuk dapat memperoleh, memproses, dan memahami dasar informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang tepat, konsep keaksaraan telah digambarkan sebagai kemampuan oleh seseoran untuk membaca dan juga menulis. Keaksaraan dianggap sebagai keterampilan yang disediakan untuk pendidikan, untuk anggota ordo religius dan hak istimewa. (Manguel, 1996).
Jika literasi atau kemampuan seseorang dalam memahami informasi baik maka dampaknya akan sangat baik pula dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, karena perilaku hidup sehat dimulai dari mampunya seseorang memahami informasi mengenai kesehatan into sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar