UJIAN
AKHIR SEMESTER
PROGRAM
PASCA SARJANA STIK BINA HUSADA PALEMBANG
Nama : Dwi Septiara SST.,.M.Kes
NPM : 18.13101.10.01
Dosen
Akademik : Prof.Dr.Ir.Supli Effendi Rahim.M.Sc
Mata
Kuliah : Ilmu Sosial Dan Prilaku
1. Jelaskan aspek-aspek sosial dan perilaku
dalan kesehatan masyarakat yang sering anda alami dan saksikan ?
Aspek-aspek
social dan perilaku dalam masyarakat sangat mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat itu sendiri, Menurut saya aspek yang sering dialami aspek sosial
budaya adalah teradisi-tradisi yang ada didalam suatu kelompok atau masyarakat
contohnya adalah ketika hamil seorang ibu selalu membawa gunting sebagai
perlindungan contoh lain adalah ketika bayi baru lahir maka dimandikan dengan
bunga tuju rupa belum lagi luka talipusat bayi diberikan ramuan-ramuan seperti kopi
ini merupakan aspek social budaya yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat karena dengan pengetahuan yang kurang tersebut dapat mempengaruhi
kesehatan.
Kemudian
Aspek sosial Ekonomi, keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pola
penyakit. Misalnya penderita obesitas lebih banyak ditemukan pada golongan
masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi, dan sebaliknya malnutrisi lebih
banyak ditemukan dikalangan masyarakat yang status ekonominya rendah. Dan biasanya
ketika kedaaan ekonomi rendah maka perilaku untuk hidup bersih itu sangat sulit
sehingga sangat mempengaruhi derajat kesehatannya
2. Jelaskan
seperti apa upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui motivasi sosial,
perilaku, teknologi dan pendekatan budaya ?
Upaya
peningkatan kesehatan masyarakat melalui motivasi sosial, perilaku, teknologi
dan pendekatan budaya bisa dilakukan dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat melalui proses penyuluhan kita sebagai tenaga kesehatan menjembatani
merekan untuk mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Dengan berkembangya tehnologi dan
perubaan budaya modern ini kita dapat memberikan promosi atau pendidikan
kesehatan keada masyarakat melalui media – media social, strategi pembangunan
kesehatan di Indonesia, mengacu pada ruang lingkup dan kualitas sehat yang
didambakan. Acuannya adalah pengertian sehat yang telah ditetapkan pemerintah
seperti dinyatakan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan bahwa keadaan sehat meliputi fisik, mental, spiritual maupun
sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan
ekonomis. Berdasarkan keputusan WHO pada tahun 1994, strategi promosi kesehatan
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1.
Advokasi
Advokasi
adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar orang lain tersebut membantu
atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan,
advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan
di berbagai sektor, dan di berbagai tingkat, sehingga para penjabat tersebut
mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Dukungan dari para pejabat
pembuat keputusan tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan
dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan, surat instruksi
dan sebagainya. (Notoatmodjo. 2012)
Kegiatan
advokasi ini bermacam-macam bentuk, baik secara formal maupun informal. Secara
formal misalnya, penyajian ataupresentasi dan seminar tentang issu atau usulan
program yang ingin dimintakan dukungan dari para pejabat yang terkait. Kegiatan
advokasi secara informal misalnya sowan kepada para pejabat yang relevan dengan
program yang diusulkan, untuk secara informal meminta dukungan, baik dalam
bentuk kebijakan, atau mungkin dalam bentuk dana atau fasilitas lain. Dari
uraian dapat di advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupun legislatif,
di berbagai tingkat dan sektor yang terkait dengan masalah kesehatan (sasaran tertier).
. (Notoatmodjo. 2005)
2.
Dukungan
Sosial (Social support)
Strategi
dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui
tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal.
Tujuan
utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara
sektor kesehatan sebagai pelaksana program kesehatan dengan masyarakat
(penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui
toma pada dasarnya adalah mensosialisasikan program-program kesehatan, agar
masyarakat mau menerima dan mau berpartisipasi dalam program kesehatan
tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya bina
suasana, atau membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan. Bentuk kegiatan
dukungan sosial ini antara lain: pelatihan pelatihan para toma, seminar,
lokakarya, bimbingan kepada toma dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran
utama dukungan sosial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di
berbagai tingkat (sasaran sekunder). (Kholid, 2012)
3.
Pemberdayaan
Masyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan
adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan pada masyarakat langsung.
Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan).
Bentuk
kegiatan pemberdayaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan,
antaralain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat
dalam bentuk misalnya: koperasi, pelatihan-pelatihan untuk kemampuan
peningkatan pendapatan keluarga (income generating skill). Dengan meningkatnya
kemampuan ekonomi keluarga akan berdampak terhadap kemampuan dalam pemeliharaan
kesehatan mereka, misalnya terbentuknya dana sehat, terbentuknya pos obat desa,
berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan- kegiatan semacam ini di
masyrakat sering disebut “gerakan masyarakat” untuk kesehatan. Dari uraian
tersebut sasaran pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat. (Kholid, 2012)
3.
Jelaskan
langkah-langkah perencanaan program untuk perubahan perilaku kesahatan di
masyarakat?
Jawab
Langkah-langkah dalam perencanaan program
untuk perubahan perilaku kesehatan
1.
Menentukan kebutuhan masalah
a.
Diagnosa masalah
b.
Menetapkan prioritas masalah
2.
Mengembangkan komponen pendidikan kesehatan
a. Menentukan
tujuan perencanaan
b. Menentukan
sasaran kegiatan
c. Menentukan
isi kegiatan
d. Menentukan
metode yang akan digunakan
e. Menentukan
media yang akan digunakan
f. Menentukan
rencana evaluasi
g. Menyusun
jadwal pelaksanaan
a. Diagnosa
masalah
Diagnosa sosial adalah proses
penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap kualitas
hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualita hidupnya melalui
partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang didesain sebelumnya.
b. Menetapkan
prioritas masalah
Langkah
yang harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah:
· Menentukan
status kesehatan masyarakat
· Menentukan
pola pelayanan kesehatan masyarakat yang ada
a.
Menentukan hubungan antara status kesehatan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat.
· Menentukan
determinan maslah kesehatan masyarakat meliputi tingkat
pendidikan, umur, jenis kelamin,
ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.
Dalam
menentukan prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa faktor
seperti:
· Berat
masalah dan akibat yang ditimbulkannya
· Pertimbangan
politis
· Sumber
daya yang ada di masyarakat.
a. Menentukan
Tujuan
Agar
tujuan peningkatan kesehatan dapat dicapai
dan dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan, maka tujuan harus dibuat
dengan persyaratan sebagai berikut:
·
Specific
·
Measurable
·
Appropriate
·
Reasonable
·
Time bound
Menurut
Green (1990) tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
· Tujuan
program (Program Objective)
Merupakan pernyataan
apa yang akan dicapai dalam periode tertentu dengan status
kesehatan. Pada tujuan
ini harus mencakup who will do how much of what by when.
Tujuan program sering
disebut dengan tujuan jangka panjang.
· Tujuan
pendidikan (Educaional Objective)
Merupakan deskripsi
perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehata
yang ada. Olehh sebab
itu tujuan pendidikan sering disebut dengan tujuan jangka menengah.
· Tujuan
perilaku (Behavioral objective)
Merupakan pendidikan atau pembelajaran
yang harus dicapai agar tecapai pperilaku yang diinginkan. Oleh sebab itu
tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap dan disebut dengan
tujuan jangka pendek.
b. Menentukan
sasaran program
Sasaran program
peningkatan kesehatan dan sasaran pendidikan kesehatn tidak selalu sama, oleh
sebab itu kita harus menetapkan sasaran langsung dan sasaran tidak langsung.
Didalam promosi kesehatan yang dimaksud adalah kelompok sasaran yaitu individu,
kelompok maupun keduanya.
c. Menentukan
isi program peningkatan kesehatan
Isi program peningkatan kesehatan harus dibuat
sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh sasaran. Bila perlu isi pesan
dibuat dengan menggunakan gambar dan bahasa setempat sehingga sasaran merasa
bahwa pesan tersebut memang benar-benar ditujuakn untuknya sebagai akibatnya
sasaran mau melaksanakan isi pesan tersebut.
d.
Menentukan metode yang akan digunakan
Menentukan
metode dalam kegiatan peningkatan kesehatan harus dipertimbangkan tentang aspek
yan akan dicapia. Bila mencakup aspek
pengetahuan maka dapat dilkukan dengan cara penyuluhan langsung, pemasagan
poster, spanduk, penyebaran leflet. Untuk aspek sikap maka kit aperlu
memberikan contoh konkret yang dapat menggugah emosi, perasaan dan sikap sasaran. Bila untuk kemampuan
ketrampilan tertentu maka sasaran harus
diberi kesempatan untuk mencoba ketrampilan tersebut.
e.
Menentukan media yang akan digunakan
Teori
pendidikan mengatakan bahwa belajar yang paling mudah adalah dengan mnggunakan
media, oleh karena itu hampir semua program pendidikan kesehatan selalu
menggunakan berbagai media.Media yang dipilih harus tergantung pada sasarannya,
tingkat pendidikannya, aspek yang ingin dicapai, metode yang digunkan dan sumber data yang ada.
f. Menentukan
rencana evaluasi
Disini
baru dijabarkan tentang kapan evaluasi
akan dilaksanakan, dimana akan dilaksanakan, kelompok sasaran yang
mana akan dievaluasi dan siapa yang akan
melaksanakan evaluasi tersebut.
g.Menyusun
jadwal pelaksanaan
Merupaka
penjabaran dari waktu tempat dan pelaksanaan yang biasanya dsajikan dalam
bentuk gan chart.
4.4.Jelaskan apa itu literasi kesehatan dan manfaat nya bagi peningkatan kesehatan masyarakat ?
Jawab
Definisi
literasi kesehatan merupakan kemampuan seseorang untuk dapat memperoleh,
memproses, dan memahami dasar informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang tepat, konsep keaksaraan
telah digambarkan sebagai kemampuan oleh seseoran untuk membaca dan juga
menulis. Keaksaraan dianggap sebagai keterampilan yang disediakan untuk
pendidikan, untuk anggota ordo religius dan hak istimewa. (Manguel, 1996).
Jika
literasi atau kemampuan seseorang dalam memahami informasi baik maka dampaknya
akan sangat baik pula dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, karena
perilaku hidup sehat dimulai dari mampunya seseorang memahami informasi
mengenai kesehatan into sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar